Konsep Dasar Sistem Informasi


Pada bahasan ini mahasiswa memahami berbagai konsep dasar sistem informasi meliputi: pengertian sistem informasi, sifat sistem informasi, kemampuan sistem informasi, operasi dasar sistem informasi, dan komponen sistem informasi.

Sesi diawali dengan memberikan gambaran sejumlah contoh sistem informasi kemudian membahas definisi sistem
informasi, serta berbagai alasan tentang pemakaian sistem informasi. Banyak aktifitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi, entah disadari atau tidak, sistem informasi telah banyak membantu manusia.
Ada bermacam-macam sistem informasi antara lain :

  • Sistem Reservasi pesawat terbang : digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pembelian / pemesanan tiket.
  • Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapa digunakan untuk memantau hutang para pelanggan.
  • Sistem biometrik yang dapat mencegah orang yang tak berwenang memasuki fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata.
  • Sistem POS (point of sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data.
  • Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
  • Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena didalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien
  • Sistem layanan akademis berbasis web yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis atau bahkan dapat mendaftarkan mata kuliah-mata kuliah yang diambil pada semester baru.
  • Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara electronis dan data yang terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer.
  • E-Government atau system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet.
    Perlu diketahui bahwa sistem informasi tidak harus selalu berbnetuk kompleks.
Sistem Informasi Sederhana

Sistem Informasi Sederhana

Gambar memperlihatkan sebuah sistem informasi yang bersifat sederhana. Sistem tersebut hanya digunakan untuk mencatat transaksi penjualan dan melibatkan satu orang saja, melalui sebuah komputer, pemakai memasukan data penjualan dan saat setelah toko ditutup, laporan harian penjualan dicetak. Selanjutnya, laporan digunakan untuk melakukan analisis tentang barang-barang yang laku yang berguna untuk pengambilan
keputusan pembelian barang.

Pengertian Sistem Informasi

Berikut ini beberapa pengertian atau definisi sistem informasi:

  • Alter 1992, Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,informasi,orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. ( Alter, 1992 ).
  • Bodnar dan Hopwood 1993, Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk yang lebih berguna.
  • Hall, 2001, Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokan,diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.
  • Turban,McLean dan Wetherbe, 1999. Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
  • Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia,komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia,komputer,teknologi informasi dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi) , dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.

Sifat Sistem Informasi

Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti:

  • Pemrosesan informasi yang efektif, Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.
  • Manajemen informasi yang efektif, hal ini berarti bahwa operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.
  • Keluwesan, Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi.
  • Kepuasan pemakai, hal yang paling penting adalah pemakai mendapatkan manfaat dan puas terhadap sistem informasi.

Kemampuan Sistem Informasi

Hal-hal yang bisa dikerjakan oleh sistem informasi tentu saja terkait dengan kemampuan yang dapat dilakukannya ( Turban,Mclean,dan Wetherbe, 1999) adalah sebagai berikut :

  • Melaksanakan komputasi numeric, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
  • Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah,akurat dan cepat.
  • Menyimpan informasi dalam jumlah yang besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
  • Memungkinkan pengaksesan informasi diseluruh dunia dengan cepat dan murah.
  • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok
    dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
  • Menyajikan informasi yang jelas yang menggugah pikiran manusia.
  • Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
  • Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
  • Pembiayaaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan secara manual

Kemampuan-kemampuan ini mendukung sasaran bisnis yang mencakup :

  • Peningkatan produktivitas
  • Pengurangan biaya
  • Peningkatan pengambilan keputusan
  • Peningkatan layanan ke pelanggan
  • Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis lainnya

Dengan kemampuannya yang memudahkan pengaksesan informasi, komputer menjadi sangat berguna bagi siapa saja, tidak terbatas pada manajer atau staf dalam suatu organisasi, tetapi juga bagi para pelanggan yang ikut menikmati hasilnya.

Sistem Informasi - Pengguna Informasi

Pengguna Sistem Informasi

Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika perusahaan-perusahaan bisnis masa kini melibatkan komponen perilaku dan teknologi yang berinteraksi di dalam lingkungan sosioteknologi (O’Brien,1996).

Interaksi Organisiasi dengan Sistem Informasi

Interaksi Organisiasi dengan Sistem Informasi

Peranan Sistem Informasi dalam Organisasi

Ada empat peranan penting dalam sistem informasi dalam organisasi (Alter,1992), yaitu :

  1. Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas
  2. Mengaitkan perencanaan,pengerjaan dan pengendali dalam sebuah subsistem
  3. Mengkoordinasikan subsistem-subsistem
  4. Mengintegrasikan subsistem-subsistem.

Operasi Dasar Sistem Informasi

Ada 4 operasi dasar dari sistem informasi, yaitu:

  • Mengumpulkan,
  • Mengolah,
  • Menyimpan,
  • Menyebarkan informasi.

Komponen Sistem Informasi

Sistem Informasi (menurut John Burch dan Gary Grudnitski) terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology blok), blok basis data (database block) dan blok kendali (controls block). Keenam blok tersebut harus saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai sasaran dalam satu kesatuan.

Sistem Informasi - Blok Sistem informasi

Sistem Informasi - Blok Sistem informasi

Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

Blok Keluaran

Produk yang dihasilkan dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang berguna untuk semua

tingkatan manajemen semua pemakai sistem.

Blok Teknologi

Teknologi merupakan sebuah tool-box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan, dan mengakses data,menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

Blok Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan untuk mengakses atau memanipulasinya digunakan perangkat lunak yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems). Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Perlu dilakukan pengorganisasian terhadap basis data yang ada agar informasi yang dihasilkannya baik dan efisiensi kapasitas penyimpanannya.

Blok Kendali

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan yang terjadi di dalam sistem, ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun dapat langsung segera diperbaiki jika seandainya hal-hal yang disebutkan diatas terjadi

Related Link:

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s