Pembelajaran Orang Dewasa (Androgogi)


andragogi - pembelajaran orang dewasaAndragogi lahir setelah didahului paedagogi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu paed berarti “anak” dan agogos berarti “memimpin atau membimbing”. Paedagogi adalah ilmu dan seni dalam mengajar anak. Sedangkan andragogi sendiri juga berasal dari bahasa Yunani yakni andr yang berarti “orang dewasa” dan agogos yang berarti “memimpin atau membimbing”. Orang dewasa sendiri dapat didefenisikan dalam tiga aspek yaitu :

  • Giologis → seseorang dikatakan dewasa apabila telah mampu melakukan reproduksi.
  • Psikologis → seseorang dikatakan dewasa apabila telah memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan dan keputusan yang diambil.
  • Sosiologis → seseorang dikatakan dewasa apabila telah mampu melakukan peran-peran sosial yang biasanya dibebankan kepadanya.

Menurut Alexander Kapp andragogi lebih merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa cacad maupun tidak cacad secara berkelanjutan.

Pendekatan andragogi diantaranya digunakan dalam : penanganan kasus-kasus dalam bidang pelayanan masyarakat, proses pemasyarakatan kembali, pendidikan luar sekolah, manajemen personalia, organisasi-organisasi, program-proram pembangunan masyarakat dan sejenisnya.

Karakteristik Pendidikan Orang Dewasa

Orang Dewasa Telah Memiliki Lebih Banyak Pengalaman Hidup

Menghubungkan pengalaman-pengalaman dengan konsep-konsep yang ingin dipelajari serta menjadikan pengalaman sebagai sumber pembelajaran. Oleh karena itu metode yang digunakan berfokus pada diskusi dan aplikasi materi.

Orang Dewasa Memiliki Motivasi yang Tinggi Untuk Belajar

Hal ini dikarenakan mereka ingin mendapat pekerjaan yang lebih baik. Tujuan mereka lebih nyata bahwa apa yang mereka pelajari haruslah dapat diaplikasikan.

Orang Dewasa Telah Memiliki Banyak Peran dan Tanggung Jawab

Banyaknya peran dan tanggung jawab menyebabkan waktu belajar orang dewasa erbatas. Oleh karena itu, pendidik orang dewasa penting untuk dapat memahami persaingan penggunaan waktu ini.

Kurang Percaya Pada Kemampuan Diri untuk Belajar Kembali

Tekadang orang dewasa enggan untuk melibatkan diri dalam aktivitas pendidikan dalam pendidikan orang dewasa mungkin disebabkan oleh faktor fisik atau kepercayaan masyarakat yang keliru.

Orang Dewasa Lebih Beragam dari Pada Pemuda

Setiap individu berbeda dalam kemampuan serta kesiapannya menghadapi kelompok-klelompok belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan pertukaran pengalaman.

Makna Belajar Bagi Orang Dewasa

Pengalaman-pengalaman yang diberikan kepada pebelajar sangatlah penting karena melalui pengalaman itu belajar akan memberikan makna.

Beberapa Asumsi Dasar dan Implikasinya Terhadap Belajar

Mengacu pada pandangan Knowles, Merjan, dan Jarvis andragogi melibatkan ego yang berarti keberhasilan dalam belajar orang dewasa ditentukan pada keterlibatan ego mereka dalam prosesnya.

Konsep Diri

Orang dewasa memerlukan perlakuan yang sifatnya menghargai khususnya dalam pengambilan keputusan karena orang dewasa merasa telah mampu mengatur dirinya.

Beberapa impikasi dari asumsi konsep diri:

  • Iklim belajar diciptakan sesuai keadaan orang dewasa.
  • Pebelajar dilibatkan dalam mendiagnosa kebutuhan belajarnya.
  • Pebelajar dilibatkan dalam perencanaan kebutuhan belajarnya.
  • Proses belajar merupakan tanggung jawab pengajar dan pebelajar.
  • Evaluasi belajar andragogi menekankan pada evaluasi diri.

Pengalaman

Setiap orang dewasa mempunyai pengalaman yang berbeda akibat kehidupan masa mudanya.
Beberapa implikasi adanya perbedaan pengalaman orang dewasa dengan anak-anak dalam proses belajar:

  • Lebih menekankan pada metode yang sifatnya memanfaatkan pengalaman mereka.
  • Penekanan proses belajar pada aplikasi praktis.
  • Penekanan dalam proses belajar ialah belajar dari pengalaman

Kesiapan Untuk Belajar

Orang dewasa mempunyai masa kesiapan untuk belajar. Masa ini akibat dari peranan sosialnya.

Orientasi Terhadap Belajar

Implikasi dalam proses belajar orang dewasa:

  • Pengajar berperan sebagai pemberi bantuan kepada orang yang belajar.
  • Kurikulum pendidikan berorientasikan kepada masalah.
  • Pengalaman belajar yang dirancang berdasarkan masalah atau perhatian yang ada pada benak mereka.

Beberapa Asumsi Belajar

Orang Dewasa Dapat Belajar
Irving Lorge memaparkan bahwa penurunan kemampuan belajar sesudah usia 20 tahun hanya dalam kecapatan belajar bukan kekuatan inteleknya.

Belajar adalah Suatu Proses dari Dalam
Belajar merupakan suatu proses dari dalam yang dikontrol langsung oleh peserta sendiri dan melibatkan dirinya.

Kondisi Belajar Dan Prinsip-prinsip Belajar

Ada beberapa kondisi belajar dan prinsip belajar yang bersifat andragogis diantaranya ketika peserta merasa ada kebutuhan belajar maka prinsipnya pengajar mengemukakan kemungkinan baru untuk pemenuhan dirinya dan membantu setiap peserta.

Proses belajar yang bersifat andragogis meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

  • Menciptakan iklim belajar yang cocok untuk orang dewasa
  • Menciptakan struktur organisasi untuk perencanaan yang bersifat partisipatif
  • Mendiagnosis kebutuhan belajar
  • Merumuskan tujuan belajar
  • Mengembangakn rancangan kegiatan belajar
  • Melaksanakan kegiatan belajar, dan
  • Mendiagnosa kembali kebutuhan belajar (evaluasi).

Tujuan Pendidikan Orang Dewasa

Tujuan pendidikan orang dewasa adalah:

  • Membantu melakukan penyesuaian psikologis dengan kondisi social.
  • Melengkapi keterampilan yang diperlukan untuk menemukan dan memecahkan masalah yang menekankan pemecahan dengan keterampilan bukan isi.
  • Menolong merubah kondisi sosial orang dewasa.
  • Memberi bantuan agar orang dewasa menjadi individu bebas dan otonom.
Pertimbangan Filosofis Dalam Pendidikan Orang Dewasa

Berpikir filosofis sangat diperlukan, karena cara itu merupakan suatu tahap yang membimbing seseorang “mengetahui prinsip-prinsip apa yang harus atau yang akan dilakukan”.

Lima alasan berpikir filosofis diperlukan:

  •  Adanya acuan pertanyaan untuk menetapkan program
  • Pendidik bagian sangat kecil dari suatu lembaga yang dipandang sebagai sumber acuan
  • Pendidikan membutuhkan landasan untuk menilai kaitan antara persoalan atau masalah
  • Pendidik perlu melihat keterkaitan antara POD dengan aktivitas masyarakat.
  • Dikembangkan dengan menyiapkan pendidik melalui pendekatan yang terkait erat dengan pertanyaan mendasar.

Daftar Pustaka :

 

1. Yusnadi, (200-). Andragogi, Pendidikan Orang Dewasa. Medan: Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

2. Suprijanto,H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa; dari Teori hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

About these ads

One thought on “Pembelajaran Orang Dewasa (Androgogi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s