PERUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN


Setelah menetapkan profil lulusan program studi sebagai outcome pendidikan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh lulusan program studi sebagai output pembelajarannya. Untuk menetapkan kompetensi lulusan, dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan: “ Untuk menjadi profil (…….yang ditetapkan) lulusan harus mampu melakukan apa saja?”
Pertanyaan ini diulang untuk setiap profil, sehingga diperoleh daftar kompetensi lulusan dengan lengkap. Kompetensi lulusan bisa didapat lewat kajian terhadap tiga unsur yaitu nilai-nilai yang dicanangkan oleh perguruan tinggi (university values), visi keilmuan dari program studinya (scientific vision), dan kebutuhan masyarakat pemangku kepentingan (need assesment). Kompetensi ini terbagi dalam tiga katagori yaitu kompetensi utama; kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya, yang kesemuanya akhirnya menjadi rumusan kompetensi lulusan. Seperti penjelasan sebelumnya bahwa kompetensi utama merupakan kompetensi penciri lulusan sebuah
program studi, sedangkan kompetensi pendukung adalah kompetensi yang ditambahkan oleh program studi sendiri untuk memperkuat kompetensi utamanya dan memberi ciri keunggulan program studi tersebut. Sedang kompetensi lainnya adalah kompetensi lulusan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi/ program studi sendiri sebagai ciri lulusannya dan untuk memberi bekal lulusan agar mempunyai keluasan dalam memilih bidang kehidupan serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Untuk lebih jelas dapat diperhatikan Matriks tabel di bawah ini.

Profil dan Rumusan Kompetensi

Profil dan Rumusan Kompetensi

 

About these ads

Satu gagasan untuk “PERUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN

  1. Dalam ranah kompetensi kita sering menjumpai adaanya penggunaan berbagai istilah kompetensi, seperti standar kompetensi, kompetensi dasar, kompetensi umum, kompetensi khusus, kompetensi inti, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Dalam mendeskripsikan kompetensi-kompeetensi tersebut kita harus berhati-hati. Harus ada rujukan yang sudah baku dan jelas dalam penggunaannya baik secara nasional dan/atau internasional, termasuk dalam hal ini penggunaan istilah ” kompetensi utama”, “kompetensi pendukung”, dan “kompetensi lainnya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s