Arsip

Archive for the ‘Manajemen Proyek Teknologi Informasi’ Category

Manajemen Proyek Teknologi Informasi Kelas 09.B – Nilai Tugas 2 (Deteksi Sistem)

Nama

Company Profile

Deteksi Masalah

Dikdo Harimawanto

100

100

Wahyu Widodo

100

100

Riswanto

100

100

Toyyib

100

100

Didik Nurrohman

100

100

Basri Ariyanto

85

90

Sumarna

85

90

Kusrini

85

90

Haryanto

85

90

Murdiyanto

85

90

Lilik Kistiana

90

Sunarto

90

Hamida Rahmad Adijaya

90

Istofik

90

90
Agus Purwo Sofianto

90

90
Dhoni Prasetyo

90

90
Arif Nugroho 90
Yakub Abidin 90

Manajemen Proyek Teknologi Informasi Kelas 09.B – Nilai Tugas 1 (Company Profile)

Nama Nilai
Dikdo Harimawanto 100
Wahyu Widodo 100
Riswanto 100
Toyib 100
Didik Nurrohman 100
Basri Ariyanto 85
Sumarna 85
Kusrini 85
Haryanto 85
Murdiyanto 85
Lilik Kistiana 90
Sunarto 90
Hamida Rahmad Adijaya 90
Istofik 90
Agus Purwo Sofianto 90
Dhoni Prasetyo 90

Manajemen Proyek Teknologi Informasi – Stakeholder Sistem

2 Oktober 2011 4 komentar

Stackeholder (Para Pemain)

Stakeholder

Stakeholder

Orang yang memiliki ketertarikan pada sistem informasi yang sudah ada atau ditawarkan. Stakeholder bisa termasuk pekerja teknis dan non teknis, bisa pekerja dalam atau luar organisasi.

Di AS stake holder ini sering disebut pekerja informasi, yaitu: orang yang melibatkan pembuatan pengumpulan, pemrosesan dan pendistribusian, dan penggunaan informasi.

Secara luas dapat dibagi 5 Kelompok

Pemilik Sistem (System Owner)

Pemilik sistem adalah sponsor SI dan advokad eksekutif, biasanya bertanggung jawab atas pendanaan proyek pengembangan, pengopeasian dan perawatan SI.

  • Pemilik sistem biasanya berasal dari tingkat manajemen
  • Untuk sistem ukuran menengah ke atas, pemilik sistem biasanya tingkat manajer menengah atau eksekutif.
  • Untuk sistem yang kecil, pemilik sistem bisa manajer menengah atau supervisor.
  • Pemilik sistem biasanya cenderung tertarik pada keuntungan bersih – berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk sistem tersebut, Seberapa besar nilai atau keuntungan sistem terhadap bisnis.

Pengguna Sistem (System User)

Pengguna Sistem (System User)

Pengguna Sistem (System User)

Pengguna sistem Adalah “pelanggan” yang akan menggunakan atau terpengaruh SI pada basis reguler – mengcapture, menvalidasikan, memasukkan, menanggapi, menyimpan, dan bertukar data dan informasi.

  • Mayoritas pekerja informasi disebarang sistem informasi
  •  Cenderung Tidak mengacuhkan biaya dan keuntungan system
  • Lebih memperhatikan fungsionalitas sistem yang disediakan untuk pekerjaannya dan kemudahan mempelajari dan menggunakan sistem.
  •  Oleh karena itu diskusi dengan banyak pengguna harus dipertahankan pada tingkat persyaratan bisnis bukannya pada persyaratan teknis.

Ada banyak kelas pengguna, kesemuanya harus terlibat dalam proyek pengembangan sistem, yaitu :

Pengguna sistem internal (Internal System User) adalah karyawan-karyawan bisnis, dimana SI dibangun untuk mereka. Para pengguna internal adalah mayoritas pengguna sistem dalam kebanyakan bisnis.

  • Pekerja administrasi dan layanan – mengerjakan pemrosesan transaksis sehari-hari, misalnya meproses pesanan, faktur pembayaran, dan sejenisnya. Mereka menulis dan mengarsipkan surat-surat. Kebanyakan data fundamental disemua bisnis ditangkap oleh mereka. Mereka cenderung terfokus pada kecepatan dan akurasi pemrosesan transaksi.
  • Staf teknis dan professional – terdiri dari spesialis bisnis dan industri yang mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan spesialisasi yang tinggi. Contoh: Pengacara, akuntan, insinyur, analis pasar dan ahli iklan. Karena mereka didasarkan pada pengetahuan yang baik, mereka kadang disebut knowledge worker. SI yang dibuat berfokus pada informasi yang tepat pada waktunya untuk pemecahan masalah.
  • Manajer – adalah para pembuat keputusan. SI untuk manajer cenderung fokus secara keseluruhan pada akses informasi. Manajer memerlukan informasi yang tepat pada waktu yang tepat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah dan membuat keputusan yang baik.
  • Supervisor cenderung fokus pada pemecahan masalah dan pembuatan keputusan sehari-hari.
  • Manajer menegah lebih peduli pada nasalah operasional dan pembuatan keputusan taktis (jangka pendek).
  • Manajer eksekutif lebih peduli pada perencanaan dan pembuatan keputusan strategis.

Pengguna sistem Eksternal (External System User) adalah pengguna yang merupakan konsumen. Internet telah memungkinkan hal tersebut. Pengguna eksternal adalah mayoritas pengguna SI Modern. Contoh:

  • Pelanggan – organisasi atau individu yang membeli produk atau layanan kita
  • Pemasok – organisasi tempat perusahaan kita membeli persedian dan barang mentah.
  • Rekan Kerja – organisasi tempat perusahaan kita membeli layanan atau berpartner.
  • Karyawan – karyawan yang bekerja dijalan atau dirumah

Pengguna sistem eksternal sering disebut remote user dan mobile user. Mereka terhubung dengan sistem informasi kita melalui komputer laptop, komputer genggam dan telepon pintar (smart phone) – dengan atau tanpa kabel.

Desainer Sistem (System Designer)

Desainer Sistem (System Designer)

Desainer Sistem (System Designer)

Desainer sistem adalah spesialis teknis yang menerjemahkan persyaratan bisnis pengguna sistem dan pembatas solusi teknis. Bertugas mendesain database, input, output, screen (layar/tampilan), jaringan, dan perangkat lunak komputer yang akan memenuhi persyaratan pengguna sistem.

Desainer sistem adalah spesialis teknologi informasi yang menggunakan teknologi terpilih. Cenderung fokus pada keahlian teknik khusus. Misalnya :

  • Administrator database (database Administrator) – spesialis dalam teknologi database yang digunakan untuk mendesain dan mengkoordinasikan perubahan ke database perusahaan.
  • Arsitek jaringan (network architect) – spesialis dalam teknologi database yang digunakan untuk mendesain dan mengkoordinasikan perubahaan ke database perusahaan.
  • Arsitek web (web architect) – spesialis yang mendesain situs web yang kompleks untuk organisasi, termasuk situs web public untuk internet, situs web internal untuk organisasi (disebut intranet), dan situs web pribadi antarbisnis (disebut extranet)
  • Artis grafik (graphic artist) – realtif baru dalam campuran pekerja TI saat ini, spesialis dalam teknologi grafis dan metode yang digunakan untuk mendesain dan membangun antarmuka yang kuat serta mudah digunakan ke sistem, termasuk anatarmuka untuk PC, web, komputer genggam, dan smartphone.
  • Ahli keamanan (security expert) – spesialisasi dalam teknologi dan metode yang digunakan untuk memastikan keamanan data dan jaringan.
  • Spesialis teknologi (technologi spesialis) – ahli dalam penerapan teknologi spesifik atau tipe perangkat keras yang spesifik.
Pembangun Sistem (System Builder/Programmer)

Pembangun Sistem (System Builder/Programmer)

Pembangun Sistem (System Builder)

Pembangun sistem adalah Adalah spesialis teknis yang membangun sistem informasi dan komponen yang didasarkan pada spesifikasi desain yang dihasilkan oleh desainer sistem. Contoh :

  • Programmer Aplikasi – spesialis yang mengkonversi persyaratan bisnis dan persyaratan masalah dan prosedur ke dalam bahasa komputer. Mengembangkan dan menguji program untu menangkap dan menyimpan data serta mencari dan mendapatkan kembali data untuk aplikasi komputer.
  • Programmer Sistem – spesialis yang mengembangkan, menguji dan mengimplementasikan perangkat lunak tingkat sistem informasi, utilitas, dan layanan. Mereka juga mengembangkan “komponen” perangkat lunak yang dapat digunakan lagi (reusable) untuk digunakan oleh programmer aplikasi.
  • Programmer database – spesialis dalam bahasa dan teknologi database yang membangun, memodifikasi, dan menguji struktur database serta program yang menggunakan dan memelihara database tersebut.
  • Administrator jaringan – spesialis yang mendesaain, menginstall, troubleshoot, dan mengoptimalkan jaringan.
  • Webmaster – spesialis yang mengkodekan dan mememlihara server web.
  • Software integrator – spesialis yang mengitegrasikan paket perangkat lunak dengan perangkat keras, jaringan, dan paket perangkat lunak lainnya.

Analis Sistem (System Analyst)

Analis Sistem (system analyst)

Analis Sistem (system analyst)

Analis sistem adalah spesialis yang mempelajari masalah dan kebutuhan sebuah organisasi untuk menentukan bagaimana orang, data, proses dan teknologi informasi dapat mencapai kemajuan terbaik untuk bisnis.

Pemilik, pengguna, desainer dan pembangun sistem sering memiliki prespektif yang berbeda pada sistem informasi yang dibangun. Beberapa ada yang tertarik pada hal-hal yang umum, sedangkan yang lain fokus pada hal-hal yang lebih rinci. Beberapa non teknis, sedangkan yang lain sangat teknis. Hal ini menunjukkan jurang komunikasi yang selalu ada pada mereka yang membutuhkan teknologi informasi. Analis Sistem menjembatani jurang tersebut.

Analisis harus memahami bisnis dan komputer. Mereka mempelajari masalah dan kesempatan bisnis kemudian mentasformasikan persyaratan bisnis dan informasi ke dalam spesifikasi SI yang akan diimplementasikan oleh berbagai macam spesialis teknis termasuk programmer komputer.

9. SI hanya bernilai bagi bisnis jika dapat membantu memecahkan masalah atau mempengaruhi perbaikan/peningkatan.
10. Analisis sistem memulai perubahan di dalam sebuah organisasi. Setiap sistem baru mengubah bisnis. SI diharapkan menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk keuntungan kompetitif, menemukan pasar dan layanan baru, dan bahkan secara dramatis mengubah dan memperbaiki cara organisasi berbisnis.
Analis adalah pemecah masalah (problem solver), dimana masalah dapat diartikan sebagai sesuatu yang harus dikoreksi, kesempatan untuk meningkatkan/memperbaiki situasi atau petunjuk untuk mengubah sesuatu baik ada keluhan maupun tidak ada keluhan.
Dimanakah Analis Sistem Bekerja? Pertanyaan ini sangat penting untuk dijawab ! Analisis sistem dapat bekerja disemua lini bisnis. Bukankah setiap masalah harus dianalisis dan dipecahkan, dan SI adalah salah satu jawaban efektif dan efisien dalam memecahkan berbagai masalah.

Bergembiralah, lapang kerja luas untuk anda!

Manajemen Proyek Teknologi Informasi – Pengembangan Sistem Informasi

29 September 2011 1 komentar

Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Proses pengembangan system melewati beberapa tahapan dari mulai system itu direncanakan sampai dengan system tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi system yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan system, maka perlu dikembangkan kembali suatu system untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama, yaitu tahap perencanaan system. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu system (system life cycle). Daur atau siklus hidup dari pengembangan system merupakan suatu bentuk  yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahanpan  tersebut dalam proses pengembangannya.

Read more…

Manajemen Proyek Teknologi Informasi: Deteksi Masalah

23 September 2011 1 komentar

Pada sesi Manajemen Proyek Teknologi Informasi:i, akan dibahas tentang deteksi masalah sistem yang meliputi bahasan-bahasan sebagai berikut:

  • Permasalahan sistem
  • Information systems backlog
  • Laporan awal masalah

Permasalahan Sistem

Semua sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut didesain. Beberapa hal yang menyababkan sistem informasi mempunyai masalah, antara lain karena :

  • Waktu (overtime).
  • Lingkungan sistem yang berubah.
  • Perubahan prosedur operasional.

Perbaikan masalah sistem informasi disebut maintenance programming, yang meliputi tanggapan terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke sistem. Maintenance programming mencakup 60 sampai 90 persen dari programming budget dan menunjukkan apakah sistem informasi yang memburuk perlu diganti atau dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).

Masalah sistem informasi berhungan dengan karakteristik informasi, yaitu :

  • Relevansi (relevancy).
  • Keakuratan (accuracy), yang memiliki faktor : kelengkapan (completeness),
    kebenaran (correctness), dan keamanan (security).
  • Ketepatan waktu (timeliness).
  • Ekonomi (economy), yang memiliki faktor : sumber daya (resources) dan
    biaya (cost).
  • Efisiensi (eficiency).
  • Dapat dipercaya (reliability).
  • Kegunaan (usability).

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.