Puisi – Carut marut


Malam kian larut,
Pikiran kalut terus saja berlanjut,
Bahkan semakit gayut,
Seperti luka tersulut dan tak terbalut ,
Sakitnya runtut, bengkaknya berdenyut..

Entah dari mana harus kurunut…
Segalanya carut marut..
Rasanya menunggu maut..
Kapan akhir semua Kemelut..
terlelelap tanpa kerut..
terbangun tanpa cemberut..
hidup tak lagi kecut..

Rabb, hanya padamu aku berlutut

1 Oktober 2009
(fairuz el said)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s