Epilog



Kutatap wajahnya yang temaram.

Kukatakan padanya:
“Sebagian besar kedukaan adalah dusta, karena nikmatNya tak terhitung.
Jangan seret orang yaug kau kasihi dalam risaumu,
mereka terosmosis di kedalamanmu”

baru kusadari sedetik yang lalu aku didepan cermin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s