Senja di Pantai Losari


Mudik lebaran tahun 2010 ke makasar kemarin, tentu saja sayang jika tidak menyempatkan mampir ke Pantai Losari.  Pasalnya, Pantai yang juga merupakan landmark Kota Makassar ini memang menawarkan keindahan yang sangat eksotis. Sesampai dilokasi kami semua terkena sindrom “nasrsisme”, langsung potrat-potret di depan tulisan “Pantai Losari” dan berpose di pagar pembatas tanggul dan bergaya ala model bahkan kadang-kadang meniru gaya penari streeptist hehehe.

Puas potrat-potret kami menyewa boat untuk mengitari pantai, sambil menikmati pemandangan landscape kota Makassar dan pulau kahyangan.  Deretan gedung disepanjang pantai  dan aktifitas disekitar anjungan yang menjorok kelaut menjadi obyek yang menarik untuk diabadikan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Keindahan pantai makin memesona, terlebih ketika matahari terbenam di senja hari. Semburat merah jingga dari mentari yang akan rebah di kaki cakrawala memantul pada laut di hadapan pantai Losari, membawa nuansa dan pesona tersendiri bagi yang menyaksikannya. Beberapa perahu nelayan kecil nampak di kejauhan, kian memperkaya warna senja yang luruh di sana. Dan debur ombak yang menerpa lembut tanggul pantai bagaikan musik syahdu yang membawa suasana terasa kian sentimental diiringi hembusan angin sepoi-sepoi dari arah laut.

Menjelang senja, sejumlah pedagang makanan bertenda berderet sepanjang kurang lebih satu kilometer di pesisir Pantai Losari. Sampai-sampai ada yang sempat menjuluki sebagai “meja makan terpanjang di dunia”. Hidangan yang disajikan pun sangat beragam, namun kebanyakan didominasi oleh makanan laut dan ikan bakar. Salah satu hidangan khas dan unik di Pantai Losari adalah Pisang Epe’. Jenis makanan ini berupa pisang mentah dibakar, lalu dibuat pipih kemudian diberi kuah air gula merah. Untuk menambah aroma dan kenikmatan, biasanya sang penjual menambahkan durian pada campuran kuah gula merah tadi. Inilah makanan favorit saya sembari menikmati semilir angin senja yang sejuk membelai tubuh.

Dengan hanya berjalan kaki sekitar 5 menit dari Pantai Losari, anda akan menemukan pusat jajanan “tanah Anging Mammiri” di Pantai Laguna. Mulai sop konro, coto Makassar, sop Saudara, sop pallubasa, pallu mara dan ikan bakar, pisang epe, es pisang ijo, pallubutung, sari laut, bakso, nasi goreng, mie kering dan capcai bisa Anda temukan pada ratusan gerobak yang mangkal di sana. Harganya pun relatif murah, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 12.500 per porsi.

Iklan

6 thoughts on “Senja di Pantai Losari

  1. lama amat ngumpulin duit….kasian dong ummi dirumah masa ampe dua tahun kengen tu ummi coba kaya kakan 3 bulan bahkan 1 bulan sekali he…he…h

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s