TEKNIK FOTOGRAFI: CANDLE LIGHT


Teknik Fotografi  Candle Light ini menggunakan  satu sumber cahaya, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh.Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknik foto dengan kecepatan rendah.

Teknik Fotografi : Candle Light

Teknik Fotografi : Candle Light

Berikut ini beberapa tips untuk teknik fotografi candle light

Matikan Flash 

Jika anda ingin mendapatkan cahaya lilin hangat itu, adalah penting bagi anda untuk benar-benar mematikan flash anda. Tentu saja terdapat beberapa pengecualian – lihat point-point selanjutnya.

Gunakan Tripod

Dengan cahaya yang sangat sedikit, hampir pasti anda akan memotret dengan kecepatan rana yang lebih lambat, Hal ini memungkinkan meningkatnya dampak guncangan pada kamera. Pastikan kamera s aman mungkin dan sediam mungkin selama pemotretan dengan menggunakan tripod. Pertimbangkan penggunaan remote shutter release untuk mengurangi getaran atau goncangan akibat menekan tombol shutter.

Lilin Extra

Tantangan terbesar dari teknik fotografi candle ligt adalah kurangnya cahaya . Menggunakan lilin yang lebih banyak akan sangat jelas akan menghasilkan lebih banyak cahaya yang akan memberikan anda sedikit fleksibilitas untuk pengaturan kecepatan rana, ISO, dan aperture.

Sebarkan Lilin

Menggunakan lilin tunggal atau memposisikan banyak lilin berdekatan dalam satu posisi akan menyebabkan munculnya bayangan yang keras pada wajah subjek . Salam kebanyakan kasus, subyek menginginkan penyebaran cahaya merata di wajah mereka. Hal ini dapat dicapai dengan menyebarkan lilin dibeberapa tempat.

Reflektor Alami

Gunakan reflektor alami dalam teknik candle light dengan memilih tempat dengan dingding atau lantai atau obyek yang berwarna

Teknik Candle Light

Teknik Candle Light

Lensa Cepat

Jika anda memotret dengan menggunakan DSLR dan mempunyai banyak lensa, pilihlah yang paling cepat yang anda punya, hal ini akan memberikan anda kesempatan untuk menggunakan bukaan yang lebih besar dan membiarkan cahaya masuk lebih banyak kedalam kamera anda. Referensi pribadi saya untuk tipe lensa ini adalah lensa 50mm f/1.8 atau f/1.4. Secara umum saya akan memotret dengan setting bukaan yang paling cepat atau mendekati itu dengan membiarkan kecepatan rana yang lebih cepat dan ISO yang lebih rendah.

Zoom dan aperture

Perlu diingat bahwa ketika anda memotret dengan beberapa kamera zoom yang mana aperturenya berubah melalui jarak focal length. Contohnya, pemotretan pada setting yang lebih lebar dengan beberapa zoom akan memberikan anda aperture lebih besar daripada ketika anda zoom in. mungkin lebih baik jika anda mendekat pada subjek dengan angle yang lebih lebar daripada menggunakan zoom.

Konteks dan Background

Secara komposisi saya lebih suka tipe pemotretan yang sederhana. Gunakan alat peraga minimal. Mungkin akan cocok apabila memasukkan gelas anggur dan beberapa settingan meja dasar jika anda ingin memotret pada subjek pada sebuah meja – tetapi lebih sedikit pengalih perhatian yang anda punya hasil potret akan lebih baik.

Shutter Speed

Sebuah cara yang cukup jelas untuk membiarkan cahaya masuk lebih banyak ke dalam kamera anda adalah memilih shutter speed rendah. Perlu diingat bahwa jika anda mengurangi shutter speed anda sebenarnya memperbesar kesempatan untuk menangkap pergerakan apapun (antara subjek anda, jilatan api lilin, dan pergerakan kamera anda). Jika lingkungan secara keseluruhan tenang (sehingga nyala api tidak berkedip) dan dengan menjaga agar subjek setenang mungkin anda akan men setting shutter anda se rendah mungkin 1/15 per detik.

ISO Setting

Cara lain untuk mengkompensasi lingkungan cahaya rendah adalah meningkatkan ISO setting kamera anda. Tentu saja akibatnya adalah hasil potret dengan banyak gandum di dalamnya (noise). Upayakan agar ISO setting anda tetap di bawah 400 jika anda ingin tetap mendapatkan gambar yang cukup bersih. Cobalah untuk lebih tinggi sedikit, dan anda akan mulai menyadari noise nya – terutama jika anda memotret pada ukuran lebih besar).

Expose

Jika lilin berada dalam jarak tembak, kamera anda biasanya akan underexpose bahwa objek tersebut akan dilihat oleh kamera sebagai titik terang. Anda mungkin akan mencoba untuk overexposing dengan berhenti memperhatikan rekomendasi setting dari kamera. Jangan terlalu overexposure atau gambar anda akan berakhir dengan lilin yang membakar habis titik gambar anda.

White Balance

Pengaturan white balance sebaiknya dicoba ketika memotret dengan teknik candle light. Dengan mengatur white balance anda dapat mengatur tingkat kehangatan dan seberapa dramatis pencahayaannya.

cropped-sampul-fb-baru.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s