Nilai Akhir Keamanan Sistem Informasi (2011)

09111100001 MERIO PRABANDARU B
09111100004 M. FALAH FAILASUHF A-
09111100006 SRI PALUPI A
09111100012 ARWIN FIJAYA A-
09111100015 ARDHI ASHARI WICAKSONO A-
09111100019 DEDI AGUS SETYAWAN B
09111100024 ARDHIAN EKA KUSUMA B
09111100025 BAKTI PRATAMA B+
09111100026 BETTY OKINAWA A-
09111100029 AGUS DANANG SETIAWAN D
09111100030 GUNAWAN B
09111100034 RAGIL UTAMI
09111100036 LILIS RUDI RUSLIYANTO A
09111100038 SLAMET JEFFRI ISNANDAR B+
09111100041 KOSA CATUR YUNIANTO A
09111100043 PUPUT HERU RESTANTO B+
09111100044 SASTRA NOVERIANTO B+
09111100045 PUJI LESTARI A-
09111100046 ABDUL BASIT A-
09111100047 MEDI NUGROHO B+
09111100048 QUSRIANI WITANINGRUM A-
09111100050 UPIK ROFINGATI A
09111100051 RIZAL ARIYANTO A
09111100053 SYILVI RAHAYU B+
09111100054 ADITYA PERTAMA B+
09111100055 WAHYU EKO PRABOWO B+
09111100056 DWI AGUSTINA ERNAWATI B
09111100058 ADE PRASETYA A-
09111100060 KARTIKA WULANDARI B+
09111100064 MUHAMMAD DARWIS JIWANDARU B+
09111100066 MAYA LAONDE A-
09111100067 ARUM TRI RAHAYU B+
09111100069 JESEN NOVAN SETIAWAN B+
09111100071 AKBAR TAUFIK ISMAIL A-
09111100076 KUKUH HADI PRAYITNO A
09111100078 MUJI NURYANINGSIH B+
09111100080 RINA PUTRI DEWANTI B
09111100082 RETNO PATMOKO B+
09111100083 PRADANA YUDHA PAMUNGKAS A-
09111100085 SIGIT AJI PUTRA A-
09111100086 HANAFI RISMA DEWI B+
09111100088 ABDUL ROSYID B
09111100089 SLAMET TEGUH RAHARJO D
09111100091 LUKMAN KH. N B+
09111100092 EKO PRIYONO A-
09111100093 YAKUB ABIDIN B+
09111100094 ZAKARIA WIBOWO B+
09111100098 ROKHMATUL ISNAN B
09111100099 SULHAN QUMARUDIN B+
09111100102 HERNAWATI B+
09111100104 ARIF NUR ROKHIM B-
09111100105 PURWADI B
09111100106 DWI SEPTIAWAN B
06110216 DZURIYAT FIRDAUS DALHAR S
08111130022 JOKO WILOPO
08111130040 HENDRO ASMORO YUWONO C
09111100002 RISWANTO B+
09111100005 TOYYIB B
09111100007 ISTOFIK B+
09111100008 ARIS SUPRIYANTO B
09111100009 ARDHI WINARKO C
09111100010 SUMARNA A-
09111100011 DIKDO HARIMAWANTO A-
09111100018 KUSRINI A
09111100023 MURDIYANTO A-
09111100028 WAHYU WIDODO B+
09111100035 SULISTIYANI B
09111100040 AGUS PURWO SOFIANTO B+
09111100049 DIDIK NUROHMAN B+
09111100052 DHONI PRASETYO A
09111100057 HARYANTO A
09111100065 BASRI ARIYANTO B-
09111100077 SURTYAN MARISTA
09111100096 SUNARTO B
09111100097 LILIK KISTIANA B-
09111100100 ARIF NUGROHO C
09111130037 GENDRO TRIASMORODADI B
09111140003 HESTI CANDRA DEWI C
09111140073 NUR WAHYUNINGSIH A
09111140074 HAMIDA RAHMAD ADI JAYA B+
09111140081 INDAH DANAR JATI NIKEN HABSARI B+
09211130004 RAHMAT B
10111130021 SAYYIDATU LAILI KHOERU S B-
10111130039 KHARIS MUNANDAR B+
10111130091 NUGRAHENI A-
Iklan

Keamanan Sistem Informasi: Polyalphabetic Chiper

Materi keamanan sistem informasi ini membahas salah satu metode kriptografi klasik yaitu Polyalphabetic Chiper, bahasannya mengenai sejarah, algoritama, dan contoh perhitungannya.

Keamanan Sistem Informasi: Polyalphabetic Chiper

Keamanan Sistem Informasi: Polyalphabetic Chiper

Metode kriptografi klasik Polyalphabetic chiper ditemukan pertama kali oleh Leon Battista pada tahun 1568. Metode ini digunakan oleh tentara AS selama Perang Sipil Amerika. Chiper ini melibatkan penggunaan kunci berbeda. Polyalphabetic chiper dibuat dari sejumlah chiper abjad-tunggal, masing-masing dengan kunci yang berbeda. Kebanyakan chiper abjad-majemuk adalah chiper substitusi periodik yang didasarkan pada periode m.

Baca lebih lanjut

Keamanan Sistem Informasi – Monoalphabetic Chiper

esi kemanan sistem informasi membahas metode kriptografi Monoalphabetic Chiper, salah satu metode kriptografi klasik, setelah sesi sebelumnya telah dibahas metode kriptografi klasik lainnya yaitu metode caesar chiper.

Dalam perkembangannya, kriptografi klasik tidak hanya memilki kunci dalam bentuk angka saja tetapi juga menggunakan string. Kunci dapat berupa nama, alamat atau apa saja yang diinginkan oleh pengirim pesan. Penggunaan string sebagai kunci dalam algortima subtitusi disebut dengan monoalphabetic chiper. Pada metode ini string kunci menjadi huruf-huruf awal subtitusi dari plaintext. Setiap huruf dalam kunci hanya diperkenankan muncul sekali. Berikut contoh penggunaan monoalphabetic chiper:

Misalnya saja kuncinya adalah:

MUHAMMAD FAIRUZABADI

maka disederhanakan menjadi:

MUHADFIRZBI

Selanjutnya huruf-huruf lain yang tidak termasuk kunci secara berurutan ditambahkan dibelakang kunci tersebut sehingga membentuk chiper alpahbet yang utuh. Berikut ini perbandingan antara plain alphabet dan chiper alphabet.

Plain alphabet    :   ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Cipher alphabet   :   MUHADFIRZBCEGJKLNOPQSTVWXY

Proses enkripsi dan dekripsi cukup dengan menyelaraskan setiap huruf plain alphabet dengan chiper alphabet. Sebagai Contoh:

Plaintext         : THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG

Ciphertext  : QRD NSZHC UOKVJ FKW BSGLP KTDO QRD EMYX AKI

Download  pdf: Klik Disini

Materi Berhubungan: 

Keamanan Sistem Informasi – Konsep Keamanan Sistem Informasi

Keamanan Sistem Informasi - Pengamanan Komputer

Konsep Keamanan Sistem Informasi

Pada konsep keamanan sistem informasi ini akan dibahas tentang:

  • Aspek Keamanan Sisitem informasi
  • Metodologi Kemananan Sistem Informasi
  • Cara mendeteksi suatu serangan atau kebocoran sistem
  • Langkah Kemanan Sistem Informasi
  • Strategi dan Taktik Keamanan Sistem Informasi

Aspek keamanan sistem informasi

  • Authentication : agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan tersebut datang dari orang yang dimintai informasi.
  • Integrity : keaslian pesan yang dikirim melalui sebuah jaringan dan dapat dipastikan bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam perjalanan informasi tersebut.
  • Authority : Informasi yang berada pada sistem jaringan tidak dapat dimodifikasi oleh pihak yang tidak berhak atas akses tersebut.
  • Confidentiality : merupakan usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
  • Privacy : merupakan lebih ke arah data-data yang sifatnya privat (pribadi).

Baca lebih lanjut

Prosedur Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Cyber Crime

cyberlawDefenisi Penyidikan

Menurut Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Pasal 1 angka 13 penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam Undang-Undang untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Dalam memulai penyidikan tindak pidana Polri menggunakan parameter alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 KUHAP yang dikaitkan dengan segi tiga pembuktian/evidence triangle untuk memenuhi aspek legalitas dan aspek legitimasi untuk membuktikan tindak pidana yang terjadi. Adapun rangkaian kegiatan penyidik dalam melakukan penyidikan adalah Penyelidikan, Penindakan, pemeriksaan dan penyelesaian berkas perkara.

Baca lebih lanjut

Keamanan Sistem Informasi – Nilai Akhir 2009/2010 Kelas A

Berikut ini nilai Keamanan Sistem Informasi – Nilai UTS 2009/2010

Kelas A

No NPM Nama Mahasiswa Nilai
1 08111100002 ARIS FEBRIYANTO A-
2 08111100007 CAHYA RAGIL NUGRAHA A
3 08111100015 PRADIATYA AKTIVIANTA NUGRAHA B
4 08111100016 MUHAMMAD ARIEF DHERMAWAN A
5 08111100017 NURUL HASANAH
6 08111100020 CANDRA HOVY D
7 08111100023 SYAROFI JAOHARIN D+
8 08111100026 DIMA MAWANTO B-
9 08111100030 SATRIA WIJAYANTA A-
10 08111100032 FILIPUS CAHYO KRISTIANTO C
11 08111100036 UNI AEMAH A
12 08111100041 MARTA ISMI ZURAIDA B
13 08111100042 SRI PURWANTI B+
14 08111100044 YAYAN ARDIARSA C
15 08111100051 NUR AGUSTYANI B+
16 08111100053 HARI SUGIHARTO B+
17 08111100054 HERI PADLI A-
18 08111100055 SETYORINI WAHYUNINGSIH A
19 08111100056 ALAIK TEGUH HERMANTO C+
20 08111100058 FATHUROHMAN A-
21 08111100062 MASDIANTORO A-
22 08111100063 TIMBUL SUPRIYANA A-
23 08111100065 NUR IKHSANUDIN NAHARI B+
24 08111100069 MUKHAMMAD ARIF RIDHO D+
25 08111100071 SUGIONO B+
26 08111100072 HELDA OKTIYANINGSIH A
27 08111100075 CHANDRA ISMAWAN A
28 08111100076 KURNIA WIDYA NUGRAHENI B+
29 08111100078 MUSTOLAH B
30 08111100079 MASLAM B+
31 08111100086 ESTER RISTIANA B
32 08111100089 A.FEBRIZAL SAPTAHADI B+
33 08211140093 RIZKA SRI ANJASWORO B

Keamanan Sistem Informasi – Caesar Chipher

Pada sesi Keamanan Sistem Informasi ini dibahas tentang pengertian Caesar Chipher dan contohnya. Untuk contoh program Caesar Chiper menggunakan delphi akan dibahas pada sesi mendatang.

Pengertian Caesar Chiper

Metode penyandian ini dinamakan caesar chiper, setelah digunakan Julius Caesar untuk berkomunikasi dengan para panglimanya. Dalam kriptografi, Caesar Chiper dikenal dengan beberapa nama seperti: shift cipher,  Caesar’s code atau Caesar shift. Caesar Chiper merupakan teknik enkripsi yang paling sederhana dan banyak digunakan. Chiper ini berjenis chiper substitusi, dimana setiap huruf pada plaintextnya digantikan dengan huruf lain yang tetap pada posisi alfabet. Misalnya diketahui bahwa pergeseran = 3, maka huruf A akan digantikan oleh huruf D, huruf B menjadi huruf E, dan seterusnya.

Keamanan Sistem Informasi - Proses Enkripsi Caesar Chiper

Contoh Caesar Chiper

Transformasi Caesar Chiper dapat direpsentasikan dengan menyelaraskan plaintext dengan chipertext ke kiri atau kanan sebanyak jumlah pergeseran yang diinginkan. Sebagai contoh dengan jumlah pergeseran sebanyak 3.

Plaintext          :   ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Ciphertext       :   DEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZABC

Untuk membaca pesan yang dienkripsi penerima dapat menyelaraskan huruf chipertext yang diterima dengan plaintext yang tepat berada di atasnya. Sebagai contoh dekripsinya sebagai berikut.

Ciphertext       : WKH TXLFN EURZQ IRA MXPSV RYHU WKH ODCB GRJ

Plaintext          : THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG

Proses enkripsi dapat direprsentasila menggunakan operator aritmetik modulo setelah sebelumnya  setiap huruf transformasi kedalam angka, yaitu: A = 0, B = 1,…, Z = 25.  Proses enkripsi suatu huruf x dengan dengan pergeseran n dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:

Keamanan Sistem Informasi - Rumus Enkripsi Caesar Chiper

rumus enkripsi caesar chiper

Sedangakan proses dekripsinya dapat dinyatakan sebagai berikut:

keamanan sistem informasi - rumus dekripsi caesar chiperDownload pdf: Keamanan Sistem Informasi – Caesar Chipher