Teknik Memotret Bayi

Memotret bayi memang gampang-gampang susah, tetapi dengan teknik fotografi memotret bayi yang tepat, Anda bisa mendapatkan gambar bagus.

DSC_4551

Pertama, buat daftar gambar yang ingin diambil sebelum Anda mengambil kamera. Saat mengambil foto bayi, waktu Anda sangat terbatas karena ada banyak variabel pengganggu yang ikut bermain. Pastikan untuk mendapatkan pegangan kokoh dan pengambilan gambar aman terlebih dahulu. Setelah Anda yakin dengan ini, mulailah mencari ide dan sudut baru dengan kreatif.

Baca lebih lanjut

Iklan

TEKNIK FOTOGRAFI: FROG EYE VIEWING

Frog eye viewing, pandangan sebatas mata katak. Pada teknik frog eye viewing kamera berada di bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak diarahkan ke atas, tetapi mendatar dan dilakukan sambil tiarap (Jongkok). Angle ini digunakan pada foto peperangan, fauna dan flora.

Teknik Fotografi - Frog Eye

Teknik Fotografi - Frog Eye

Untuk melakukan teknik frog eye viewing ini kita harus berjongkok atau bahkan bertiarap. Tergantung posisi obyek yang akan kita foto. yang pasti tidak mungkin sambil berdiri. Layaknya kita sedang ada dalam suasana perang saja, kamera harus sejajar dengan obyek.

Teknik Frog Eye - Kamera sangat Rendah hampir sejajar dengan ground

Teknik Frog Eye - Kamera sangat Rendah hampir sejajar dengan ground

Frog Eye Viewinng - Seperti penglihatan katak

Frog Eye Viewinng - Seperti penglihatan katak

Teknik Frog Eye untuk Fauna

Adapun tips-tips Memotret Fauna/Binatang Peliharaan menggunakan teknik frog eye adalah:

  • Hindari penggunaan lampu flash, karena lampu flash dapat memberikan efek red-eye syndrome.
  • Pengambilan gambar sebaiknya dilakukan  di ruang  terbuka (outdoor)  saat pagi atau sore hari saat  matahari menjelang terbenam
  • Potretlah moment-moment/ekpresi  natural dari binatang peliharaan. Bersabarlah dalam menunggu pose-pose natural mereka. Biarkan mereka bertingkah laku normal.
  • Hindari kegaduhan…Just be calm and patient!
  •  Ambilah gambar sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan foto-foto terbaik. Tentu saja lebih mudah dengan kamera digital.

Teknik Fotografi – Low Angle

Low Angle - Gedung

Low Angle – Gedung

Penentuan angle secara tepat akan menghasilkan shot yang baik. Angle dapat mempengaruhi emosi dan psikologi penonton. Pada artikel kali ini kita khusus membahas teknik fotografi low angle. Untuk jenis angle lainnya hight angle, frog eye view, dan bird eye akan dibahas pada artikel mendatang.

Pengertian Teknik Fotografi Low Angle

Dakam Teknik fotografi  dikenal istilah low angle . Istilah ini dipakai ketika fotografer mengamnbil gambar dari sudut rendah. Letak kamera berada dibawah objek (point of interest). Efek yang ditimbulkan dari sudut pandang ini adalah kesan besar atau raksasa.  Sudut pengembilan gambar ini sering digunakan untuk memotret arsitektur sebuah bagunan agar terkesan kokoh, megah dan menjulang. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat pula digunakan untuk pemotretan model agar terkesan elegan dan anggun.

Perbedaan dengan Teknik Low Angle dan Teknik Frog Eye

Teknik low angle dan teknik frog eye memiliki sedikit perbedaan. Pada teknik low angle, kamera diletakkan dibawah object yang difoto. Jika objeknya diatas maka dengan berdiri juga bisa menjadi low angle. Sedang frog eye, biasanya kamera diletakkan dekat sekali dengan ground (IMO).

Low Angle - Memberikan Kesan Elegan (Masak sih,,heheh)

Low Angle – Memberikan Kesan Elegan (Masak sih,,heheh)

TEKNIK FOTOGRAFI: HUMAN INTEREST

Foto-foto human interest sepertinya selalu menarik untuk dilihat. Nilai-nilai keseharian manusia dapat terekam melalui fotografi ini. Namun untuk menciptakan karya foto human interest bukanlah perkara mudah. Keterampilan teknis saja tidak cukup. Seorang fotografer di sini dituntut untuk mampu berbaur dan melakukan pendekatan terhadap lingkungan sekitar yang bakal dijadikan target bidikannya.

Teknik Fotografi: Human Interest (Memotret)

Human Interest – Memotret Kegiatan yang Menyenangkan

Manusia dan segala kehidupannya selalu menarik untuk dijadikan objek foto. Lebih-lebih lagi dalam momen yang menyentuh. Sebagian besar dari kita memiliki resistensi tinggi akibat oleh rasa malu, sungkan atau takut mengarahkan kamera ke manusia lain. Ada banyak cara dan teknik untuk mengatasinya agar kita dapat membuat foto-foto Human Interest yang menarik.

Baca lebih lanjut

TEKNIK FOTOGRAFI: LOW KEY LIGHTING

Pengertian Low Key Lighting

Low Key lighting menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key lighting pencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Foto ini sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya.Setting lampu biasanya sangat minim. Bisa menggunakan satu jenis lampu atau dua untuk menghasilkan detail dan kedalaman foto.

Teknik Fotografi: Low Key Lighting

Teknik Fotografi: Low Key Lighting (Memanfaatkan lampu jalan)

Pemahaman sederhana untuk menerjemahkan Low Key Lighting adalah foto dengan minim penyinaran atau pencahayaan dengan mengutamakan pencahayaan hanya pada bagian tertentu pada obyek/subyek. Biasanya teknik pencahayaan ini diterapkan pada pemotretan subyek (portraiture) namun sering juga pada pemotretan arsitektur, still-life dan lainnya.

Dalam teknik Low Key Photography tidak selalu menggunakan sedikit lampu/sumber pencahayaan, dapat juga  menggunakan lebih dari banyak lampu dan atau aksesori pemantul cahaya (reflektor/cermin). Tujuannya untuk mengangkat detil pada beberapa bagian pada subyek/obyek foto.

Baca lebih lanjut

TEKNIK FOTOGRAFI: CANDLE LIGHT

Teknik Fotografi  Candle Light ini menggunakan  satu sumber cahaya, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh.Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknik foto dengan kecepatan rendah.

Teknik Fotografi : Candle Light

Teknik Fotografi : Candle Light

Baca lebih lanjut

TEKNIK FOTOGRAFI: DEPTH OF FIELD (DoF)

Depth of Field

Depth of Field

Depth of Field (DoF), adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus.

Baca lebih lanjut