EFEK PLACEBO

Efek PalceboJika fobia berbicara tentang ketakutan, efek placebo adalah sebaliknya. Profesor Tony Dickenson melakukan suatu percobaan dengan memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yang akan diberi 2 macam pil, yaitu pil pengurang rasa sakit dan pil penambah rasa sakit. Dengan level sengatan yang sama, kelompok yang memakan pil penambah rasa sakit merasakan sakit lebih dari sebelum mereka memakan pil. Sedangkan kelompok yang memakan pil pengurang rasa sakit bisa menahan rasa sakit lebih lama dan merasa berkurang sengatannya.Tahukah Anda pil apa yang sebenarnya dimakan? ternyata bukan ginseng atau obat kuat. Kedua pil tersebut sama-sama tepung dan gula yang diberi pewarna berbeda. Itulah yang disebut efek placebo atau obat tipuan. Lantas, apa yang membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang sakitnya? HARAPAN mereka terhadap apa yang akan terjadi pada mereka benar-benar terjadi.

Percobaan yang lain dilakukan terhadap seekor belalang yang dimasukkan ke dalam kotak kaca. Awalnya belalang tersebut melompat sampai 50 cm. Kemudian dipasanglah pembatas kaca setinggi 25 cm, sehingga setiap kali belalang melompat, kepalanya akan terbentur kaca pembatas. Seminggu kemudian, pembatas itu diambil. Namun apa yang terjadi? Belalang tersebut tetap melompat tepat setinggi 25 cm. Aneh, tapi nyata! Pengalaman buruk telah menghilangkan kemampuannya.

Banyak orang tidak berani melangkah karena mereka mempunyai keyakinan-keyakinan yang salah, yang dibentuk oleh dirinya dan lingkungannya selama ini. Mereka tidak yakin bahwa mereka bisa melompat lebih tinggi dari apa yang mereka fikirikan. Sama halnya dengan orang yang berkata, “Rizkiku segini, ya segini”.  Bukankah tuhan seperti prasangka kita?! Jika kita berprasangka Tuhan akan memberikan yang terbaik, demikian juga sebaliknya. Jadi hati-hati dengan apa yang kita pikirkan, karena itu bisa menjadi kenyataan.

Terus apa yang kita lakukan jika kita sudah mengharapkan yang terbaik, ternyata yang datang adalah musibah? Pertama, hadapi musibah itu sebagai pembelajaran. Kedua, timbulkan harapan-harapan baru. Lakukan Self-Talk (berbicara dengan diri sendiri) yang positif. Bisikkan pada diri Anda kata-kata yang membuat Anda tetap bersemangat misalnya, “Ayo, maju  terus, setiap technopreneur sukses mengalami hal serupa!” Positive thingking bukanlah segalanya, tapi jelas lebih baik daripada negative thinking,

Sumber:

Jaya Setiabudi, The Power of Kepepet

CD GT PRO

CD GT PRO

Watak, Spirit, Ciri dan Profil Technopreneur

Watak Technopreneur

Technopreneur LogoWatak technopreneur dapat ditunjukkan dengan 25 atribut berikut:

  • Berwatak maju (tidak cupet nalar)
  • Bergairah dan mampu menggunakan daya penggerak dirinya
  • Berpandangan positif dan kreatif
  • Selalu mengutamakan memberi daripada meminta, apalagi mengemis
  • Ulet dan tekun, tidak lekas putus asa
  • Pandai bergaul
  • Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya
  • Berkepribadian yang menyenangkan (ramah dan banyak senyum)
  • Selalu ingin meyakinkan diri sebelum bertindak
  • Menolak cara berpikir, bersikap, dan berbuat negatif dan mengutamkan benih kebiasaaan cara berfikir, bersikap mental dan berbuat positif
  • Sangat menghargai waktu
  • Memelihara seni berbicara dan kesopanan
  • Tidak ragu atau khawatir akan saingan yang datang dari bawah maupun atas
  • Bersedia melakukan pekerjaan rendahan (pengorbanan)
  • Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri, rakus, atau serakah
  • Jujur dan setia kawan
  • Menghormati hukum dan aturan
  • Tidak berlebihan dalam hal apa pun (over acting)
  • Tidak gila pangkat dan gelar
  • Tidak gila kekuasaaan
  • Selalu tepo seliro (memiliki sikap empati)
  • Selalu mengejar martabat dan kehormatan diri yang makin menjulang tinggi (bukan menjualnya)
  • Menahan diri untuk membeli, tetapi meningkatkan kegiatan menjual
  • Selalu mensyukuri hal-hal kecil yang ada pada dirinya
  • Beriman dan berbuat kebaikan sebagai syarat kejujuran pada diri sendiri

Baca lebih lanjut

Alasan mengapa orang pintar bisa mengalami kegagalan

Inilah alasan mengapa orang bodoh bisa lebih sukses daripada orang pintar atau dengan kata lain mengapa orang pintar bisa mengalami kegagalan.

Terlalu Banyak Ide

Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

Miskin Keberanian untuk memulai

Orang “bodoh”biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh”sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar”telalu banyak pertimbangan.

Baca lebih lanjut

Mendirikan Warnet

Warnet

Warnet

Usaha warnet adalah salah satu pilihan bisnis yang masih menjanjikan untuk beberapa tahun kedepan. Internet sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri lagi, internet sebagai pilihan terbaik untuk menunjang semua kebutuhan seperti, bisnis Anda, pekerjaan Anda dan bahkan hobby Anda. Maka dari itu sekali lagi kami katakan, bisnis jasa penyedia koneksi internet ( warnet ) akan semakin dibutuhkan di masa-masa mendatang.

Ada beberapa orang yang masih mengalami kendala untuk memulai bisnis ini, dikarenakan keterbatasan pengetahuan akan teknologi komputer, keterbatasan pengetahuannya akan jaringan / networking sampai ke waktu yang cukup padat hingga tidak sempat untuk memulainya, yang pada akhirnya tertunda dan tertunda terus. Disini kami ingin memberikan sedikit Tips dan Triks singkat tentang bagaimana dan darimana sebaiknya kita memulai.

Baca lebih lanjut

Tips untuk Memancing Kreativitas (Be Creative)

Bagaimanakah tips memancing kreatifitas? Pernahkan anda mengalamai kebuntuan ide? Berapa kali Anda merasa otak tiba-tiba kosong dan tidak tahu harus melakukan apa, yang sialnya selalu terjadi saat Anda dikejar deadline laporan yang harus diberikan pada atasan? Bukan hanya itu, Anda tidak bisa menulis apa-apa karena tidak ada bayangan apa yang harus ditulis, sehingga hanya mampu menatap kertas kosong dengan perasaan tak berdaya. Ups,jangan panik dulu. Ini kukan pertanda Anda mulai pikun (dan percaya deh, Anda tidakmengidap penyakit Alzheimer yang menyerang secara mendadak). Bisa jadi, hal ini disebabkan karena Anda harus mulai menyesuaikan diri dengan keadaan baru tersebut. Jadi bagi Anda yang mungkin saat ini sedang pusing karena terlalu sibuk, istirahat dulu sebentar dan simak artikel berikut. Siapa tahu akan membantu: Be Creative !

Baca lebih lanjut

“SIFAT” Etos Kerja Muslim

Apa itu “SIFAT”?  SIFAT merupakan singkatan dari Shidiq, Istiqomah, Fathonah, Amanah dan Tabligh. SIFAT merupakan etos kerja yang seharusnya dimiliki setiap muslim.

Shidiq

Shidiq berarti memiliki kejujuran dan selalu melandaskan ucapan, keyakinan, serta perbuatan berdasarkan ajaran islam. Lawan dari Shidiq ialah Kidzib artinya dusta ( palsu ). Dalam kehidupan ini aman dan kacaunya masyarakat amat ditentukan oleh sifat shidiq dan kidzib dari para penghuninya. Shidiq melahirkan sifat amanat dan tanggung jawab. Kepada mereka inilah tumpuan kepercayaan bisa diberikan. Masyarakat akan aman dan tentram bila para pemegang kendali kehidupan, seperti para pakar, para cerdik pandai, pengusaha, pedagang dan tokoh mempunyai karakter shidiq, amanat dan jujur. Sebaliknya keserakahan dan kekacauan ekonomi, kriminalitas, korupsi, kebocoran dana dan anggaran, manipulasi dan lain sebagainya akan tetap terjadi bila penghuni kolong langit ini krisis dari sifat shidiq. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam : “ Sesungguhnya shidiq ( kebenaran ) itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan seseorang yang membiasakan dirinya berkata benar hingga tercatat di sisi Allah sebagai shidiq ( orang yang benar ), dan kidzib ( dusta ) itu membawa kepada kedurhakaan dan kedurhakaan itu membawa ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang suka berdusta sehingga dicatat disisi Allah sebagai pendusta.” ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Baca lebih lanjut

Kewirausahaan & Bisnis – Kompetensi Wirausahawan

Entrepreneur Competence

Entrepreneur Competence

Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :

  • Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
  • Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat,  cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.

Baca lebih lanjut