Tokoh Islam – Muhammad Al Fatih (Mehmed II)

Muhammad Al Fatih (Anakku)

Muhammad Al Fatih (Anakku)

Siapakah yang ingin seperti Muhammad Al-Fatih? Sang Penakluk. Pembebas kota Konstatinpel. Angkat tanganmu tinggi-tinggi anakku. jangan malu-malu. Sungguh namamu terisnspirasi oleh tokoh Islam ini.

Belajar agama sejak kecil, Tak pernah meninggalkan sholat wajib sejak balita, tak meninggalkan sholat malam sejak baligh, menguasai 6 bahasa. Dialah Muhammad Al-Fatih sang pembebas.

Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Biografi Muhammad Al Fatih (Mehmed II)

Muhammad Al Fatih (Mehmed II)

Muhammad Al Fatih (Mehmed II)

Sultan Mehmed II/Muhammad Al-Fatih (bahasa Turki Ottoman: محمد ثانى Meḥmed-i sānī, bahasa Turki: II. Mehmet, juga dikenal sebagai el-Fatih (الفاتح), “sang Penakluk”, dalam bahasa Turki Usmani, atau, Fatih Sultan Mehmet dalam bahasa Turki; 30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.

Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.

Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tokoh Islam – Fairuzabadi

Al-Qamus Al Muhith

Al-Qamus - Al Muhith

Fairuzabadi adalah tokoh islam yang begitu menginspirasi ayahandaku (Alm. Said Alwy) yang seorang dosen bahasa  arab, sampe-sampe aku anaknya diberi nama yang sama seperti beliau. Aku sangat teringat ketika waktu kecil beliau mengggelariku “si kamus “. Baru-baru saja aku memahami mengapa ayahku menggelariku demikian. Ternyata beliau sang tokoh Fairuzabadi adalah Imam  Al-lughah (ulama sastarwan) yang sangat terkenal dengan karyanya “Al-Qamus”. Tertarik mengetahui siapa tokoh islam yang satu ini? Berikut biografi tokoh Islam Fairuzabadi  yang dikutip dari berbagai sumber.

Fairuzabadi ialah seorang ulama yang tawaduk, luas ilmunya di samping mendapat julukan sebagai salah seorang tokoh bahasa dan sastera. Beliau dilahirkan di Kazrawan sebuah kampung berhampiran Syiraz, Iran pada tahun 729 H/1329 M. Nama sebenarnya ialah Abu Tahir Muhammad bin Yakkub bin Muhammad al-Fairuzabadi.

Sejak berusia lapan tahun, Fairuzabadi telah mulai belajar bahasa dan sastera secara mendalam dari ayahnya sendiri dan al-Qawwam bin Najm serta ulama-ulama terkenal lainnya di Syiraz. Minat beliau terhadap bahasa sangat besar, sehingga mengatasi teman-teman lainnya. Beliau juga belajar ilmu feqah, mendengarkan hadis-hadis Sahih Bukhari dari Muhammad bin Yusuf al-Zarandi dan mengkajinya secara mendalam.
Baca lebih lanjut

Tokoh Islam – Aisyah Shidiq

Sumber: Seratus Muslim Terkemuka:  Aisyah Shidiq

oleh Jamil Ahmad

Seorang gadis kecil periang berumur sembilan tahun sedang gembira bermain-main dengan teman-temannya. Rambutnya awut-awutan dan mukanya kotor karena debu. Tiba-tiba beberapa orang yang sudah agak tua muncul dari sebuah rumah di dekat situ dan datang ke tempat anak-anak tadi bermain-main.

Mereka lalu membawa anak gadis itu pulang, memberinya pakaian yang rapi, dan malam itu juga, gadis itu dinikahkan dengan laki-iaki paling agung di antara manusia, Nabi agama Islam. Suatu penghormatan paling unik yang pernah diterima seorang wanita. Siti Aisyah RA dalah salah seorang putri tersayang Sayyidina Abu Bakar, sahabat Nabi yang setia, yang kemudian menggantikan Nabi sebagai Khalifah Islam yang pertama. Gadis itu lahir di Mekkah 614 Masehi, delapan tahun sebelum permula an zaman Hijrah. Orang tuanya sudah memeluk agama Islam. Sejak mulai kecil anak gadis itu telah dididik sesuai dengan tradisi paling mulia –agama baru itu– dan dengan sempurna dipersiapkan dan diberinya hak penuh untuk kemudian menduduki tempat yang mulia.

Baca lebih lanjut

Tokoh Dunia & Islam – Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab adalah Tokoh Islam yang paling aku kagumi,  setalah Nabi Muhammad tentunya. Keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid`ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber terutama dari Wikipedia dan tulisan Michael H. Hart, Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah. Mudah-mudahan  biografi tokoh dunia ini memperluas wawasan dan memberikan manfaat bagi pembaca yang budiman.

Baca lebih lanjut