Bendung Gerak Serayu, Banyumas

Bendung Gerak Serayu, Banyumas, pertama kali kukunjungi pada saat perjalanan dari rumah adik Al di Wangon menuju  Baturaden. Rute yang kami pilih sengaja melewati bendung gerak ini, agar sejenak dapat beristirahat, menikmati panorama dan tentu saja foto-foto.

Bendug Gerak Serayu, Banyumas

Bendug Gerak Serayu, Banyumas

Berikut ini informasi tentang Bendung Gerak Serayu, yang dikutip dari wikimapia.

Pembangunan Bendung Gerak Serayu

Bendung  gerak serayu adalah bendung gerak pertama di Indonesia, terletak di sebelah selatan kota Purwokerto tepatnya di Kecamatan Rawalo. Bendung Gerak Serayu mulai dibangun pada tahun 1993 dan di resmikan pemakaiannya oleh Presiden Suharto pada 20 November 1996.

Bendug Gerak Serayu, Banyumas

Bendug Gerak Serayu, Banyumas

Fungsi Bendung Gerak Serayu

Dengan berfungsinya Bendung Gerak Serayu dan seluruh jaringan irigasinya, maka tanaman padi di Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Kebumen tidak akan kekurangan air, pada musim kemarau sekalipun. Bendung Gerak dan jaringan irigasi Serayu yang dibangun dengan dana sekitar Rp 114 milyar diproyeksikan bisa mengairi secara teknis sawah seluas 20.795 hektar.

Fungsi Bendug Gerak Serayu, Banyumas

Fungsi Bendug Gerak Serayu, Banyumas

Bendung Gerak Serayu sebagai obyek wisata

Lokasi ini sekarang merupakan kawasan wisata yang sudah berkembang yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas. Luas lahan lokasi wisata ini sekitar 5,00 Ha. Di lokasi wisata ini kita dapat menikmati wisata berupa Bendung Gerak Serayu dengan fasilitas penunjang berupa jalan menuju lokasi wisata yang sudah bagus dan tempat parkir yang luas serta pemandangan sekitar yang indah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bendung Gerak Serayu, Banyumas. Memang asyik untuk berehat,

Iklan

Siri’ na Pacce

Peta Sulawesi Selatan

Peta Sulawesi Selatan (Mirip Badik)

Dalam budaya Sulawesi Selatan (Bugis, Makassar, Mandar dan Tana Toraja) ada sebuah istilah atau semacam jargon yang mencerminkan identititas serta watak orang Sulawesi Selatan, yaitu Siri’ Na Pacce. Secara lafdzhiyah Siri’ berarti : Rasa Malu (harga diri), sedangkan Pacce atau dalam bahasa Bugis disebu Pesse yang berarti : Pedih/Pedas (Keras, Kokoh pendirian). Jadi Pacce berarti semacam kecerdasan emosional untuk turut merasakan kepedihan atau kesusahan individu lain dalam komunitas (solidaritas dan empati).

Pengertian Siri na Pacce

Laica Marzuki (1995) pernah menyebut dalam disertasinya bahwa pacce sebagai prinsip solidaritas dari individu Bugis Makassar dan menunjuk prinsip getteng, lempu, acca, warani (tegas, lurus, pintar, berani) sebagai empat ciri utama yang menentukan ada tidaknya Siri’.

Siri’ yang merupakan konsep kesadaran hukum dan falsafah masyarakat Bugis-Makassar adalah sesuatu yang dianggap sakral . Siri’ na Pacce (Bahasa Makassar) atau Siri’ na Pesse’ (Bahasa Bugis) adalah dua kata yang tidak dapat dipisahkan dari karakter orang Bugis-Makassar dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Begitu sakralnya kata itu, sehingga apabila seseorang kehilangan Siri’nya atau De’ni gaga Siri’na, maka tak ada lagi artinya dia menempuh kehidupan sebagai manusia. Bahkan orang Bugis-Makassar berpendapat kalau mereka itu sirupai olo’ kolo’e ( seperti binatang ). Petuah Bugis berkata: Siri’mi Narituo (karena malu kita hidup ).

Siri’ adalah rasa malu yang terurai dalam dimensi-dimensi harkat dan martabat manusia, rasa dendam (dalam hal-hal yang berkaitan dengan kerangka pemulihan harga diri yang dipermalukan ). Jadi Siri’ adalah sesuatu yang tabu bagi masyarakat Bugis-Makassar dalam interaksi dengan orang lain.

Sedangkan pacce/pesse merupakan konsep yang membuat suku ini mampu menjaga solidaritas kelompok dan mampu bertahan di perantauan serta disegani. Paccemerupakan sifat belas kasih dan perasaan menanggung beban dan penderitaan orang lain, meskipun berlainan suku dan ras. Jadi, kalau pepatah Indonesia mengatakan “ Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul ”. Itulah salah satu aplikasi dari kata pacce, jadi Siri’ skopnya dalam skala intern, sedang pacce bersifat intern dan ekstern, sehingga berlaku untuk semua orang.

Baca lebih lanjut

Wisata Budaya – Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

Relief Garuda Wisnu Kencana

Relief Garuda Wisnu Kencana

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana aku kunjungi pada saat Tour Kunjungan Dunia Industri Fakultas Teknik, Universitas PGRI Februari 2011 yang lalu. Pada saat memasuki areal wisata budaya ini, sempat terfikir apa daya tarik sesungguhnya dari obyek ini. Untungnya ada selebaran informasi yang menjadi referensi tentang obyek ini. Dari sana saya ketahui rencana luar biasa monumen ini. Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia dan mengalahkan Patung Liberty. Luar Biasa.

Memasuki area kita dimanjakan dengan landscape taman tertata rapi, dihiasi beberapa buah pilar batu cadas alami setinggi 25 meter yang berdiri kokoh yang akan ditata dengan berbagai ornamen yang diambil dari kisah dramatis Ramayana yang menjadi sumber inspirasi seni pertunjukan Bali. Pahatan ukiran latar belakang relief bercorak seni pahat pewayangan (Kayon atau Gunungan) yang sangat khas Bali dan Jawa.

Baca lebih lanjut

10 Keajaiban Dunia

Berikut ini 10 keajaibain dunia (7 pertama adalah hasil Pada tanggal 7 Juli 2007 terpilih 7 Keajaiban dunia baru dengan suara terbanyak. 3 lainnya adalah finalis dari 21 finalis.

  • Tembok Besar Tiongkok Republik Rakyat Cina
  • Petra Teknik,  Jordan
  • Patung Kristus Penebus Rio de Janeiro, Brazil
  • Machu Picchu Komunitas,Cuzco, Perú
  • Chichén Itzá Pemujaan, Yucatán, Mexico
  • Colosseum Roma, Italy
  • Taj Mahal Cinta, Agra, India
  • Piramid Giza, Mesir
  • Menara Eiffel, Paris Perancis
  • Patung Liberti, Nwe York,  Amerika Serikat

1. Tembok Besar Cina

Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina (Hanzi tradisional: 長城; Hanzi sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng), juga dikenal di Cina dengan nama Tembok Raksasa Sepanjang 10.000 Li¹ (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia, terletak di Republik Rakyat Cina. Panjangnya adalah 6.400 kilometer (dari kawasan Sanhai Pass di timur hingga Lop Nur di sebelah barat) dan tingginya 8 meter dengan tujuan untuk mencegah serbuan bangsa Mongol dari Utara pada masa itu. Lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 m.

Tembok Besar Cina

Tembok Besar Cina

Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun pertama kali pada Zaman Negara-negara Berperang. Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Bonto Bahari Bulukumba, Negeri Para Pembuat Perahu Phinisi

Sambil menyelam minum air. Inilah pribahasa yang cocok untuk kunjungan wisata budaya kali ini. Tujuan utamanya sebenarnya ke Pantai Tanjung Bira. Mendekati lokasi wisata terlihat aktifitas pembuatan kapal tradisional phinisi. Wow..momen ini kayaknya layak untuk diabadikan. Bisa untuk share cerita di blog ku. Iniliah cerita seputar tentang Bontobahari dan Perahu Lengendarisnya, Phinisi.

 

Bonto Bahari Bulukumba

Bonto Bahari Bulukumba

 

Bonto Bahari Bulukumba, Butta Panrita Lopi.

Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, terletak di ujung selatan pulau Sulawesi, masyarakat setempat membangun sebuah tradisi bahari selama ratusan tahun. Cerita-cerita tentang keperkasaan para pelaut Bugis, Makassar, Mandar, dan Konjo telah menjadi buah bibir hingga ke pelosok negeri nun jauh di seberang lautan. Keindahan dan kekokohan perahunya dalam menghadapi keganasan ombak lautan, telah melahirkan cerita-cerita kepahlawanan yang mengagumkan. Karena kepaiawaian masyarakatnya dibidang bahari hingga Bonto Bahari Bulukumba dijuluki sebagai “Butta Panrita Lopi” (Negeri Para Pembuat Perahu)

Bonto Bahari Bulukumba

Bonto Bahari Bulukumba - Negeri Pembuat Perahu

Baca lebih lanjut

Wisata Budaya – Istana Ratu Boko

Ini ketiga kalinya aku mengunjungi Istana Ratu Boko. Dua kunjungan pertama,  saat aku masih kuliah. Berangkat bareng-bareng teman sekos, sekuliahan, dan seperjuangan. Naik “pit onthel” biar ngirit plus sehat. Jarak tempuhnya sekitar 40 menit lah dari UKRIM Kalasan tempat aku kuliah dulu. Rutenya menuju arah Candi Prambanan,  sebelum terminal ke arah Selatan sekitar 3 Km. Dari jalan raya ke lokasi cukup menanjak dan cukup bikin ngos-ngosan.

Pose ala prewedding di gerbang Istana Ratu Boko

Pose ala prewedding Raja & Ratu Boko

Berikut seputar informasi Istana Ratu Boko

Sejarah Situs Ratu Boko

Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual.

Baca lebih lanjut

Wisata – Jembatan Nasional Suramadu (Surabaya, Jawa Timur)

Gerbang Jembatan Nasional Suromadu

Gerbang Jembatan Nasional Suromadu

Jembatan Nasional Suramadu, tempat wisata  admin kunjungi pada saat mengikuti pelatihan Training of Trainers Enterprenership di Hotel Ciputra Surabaya. Dengan menumpang mobil salah satu peserta (Ibu Lilik), kami melewati jembatan ini pada malam hari. Deretan nyala lampu disepanjang kiri kanan jembatan kian menambah decak kagum. Sayangnya tidak ada persinggahan untuk kendaraan untuk dapat lebih menikmati susasana.

Berikut ini berbagi informasi tentang Jembatan Nasional Suramadu yang dikutip dari wikipedia.

Baca lebih lanjut