Tokoh Dunia & Islam – Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab adalah Tokoh Islam yang paling aku kagumi,  setalah Nabi Muhammad tentunya. Keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid`ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber terutama dari Wikipedia dan tulisan Michael H. Hart, Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah. Mudah-mudahan  biografi tokoh dunia ini memperluas wawasan dan memberikan manfaat bagi pembaca yang budiman.

Baca lebih lanjut

Tokoh Dunia & IT – Al Khawarizmi Bapak Aljabar dan Algoritma

Tokoh Dunia &  IT ini hidup di abad pertengahan, dialah  Al Khawarizmi Bapak Aljbar sekaligus Bapak Algoritma.

Al khuwarizmi Bapak Algoritma & Bapak Aljabar

Al khuwarizmi Bapak Algoritma & Bapak Aljabar

Biografi Al Khawarizmi

Al Khawarizmi memiliki nama lengkap Muḥammad bin Mūsā Al Khawārizmī (Arab: محمد بن موسى الخوارزمي). Beliau seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad.

Baca lebih lanjut

Tokoh Dunia – Gautama Buddha / Sidharta Gautama

Patung Buddha dari Gandhara, abad ke-1 atau abad ke-2.

Patung Buddha dari Gandhara, abad ke-1 atau abad ke-2.

Gautama Buddha nama aslinya pangeran Siddhartha pendiri Agama Buddha, salah satu dari agama terbesar di dunia. Putra raja Kapilavastu, timur laut India. berbatasan dengan Nepal. Siddhartha sendiri (marga Gautama dari suku Sakya) konon lahir di Lumbini yang kini termasuk wilayah negara Nepal. Kawin pada umur enam belas tahun dengan sepupunya yang sebaya. Dibesarkan di dalam istana mewah, pangeran Siddhartha tak betah dengan hidup enak berleha-leha, dan dirundung rasa tidak puas yang amat. Dari jendela istana yang gemerlapan dia menjenguk ke luar dan tampak olehnya orang-orang miskin terkapar di jalan-jalan, makan pagi sore tidak, atau tidak mampu makan sama sekali. Hari demi hari mengejar kebutuhan hidup yang tak kunjung terjangkau bagai seikat gandum di gantung di moncong keledai. Tarolah itu yang gembel. Sedangkan yang berpunya pun sering kehinggapan rasa tak puas, waswas gelisah, kecewa dan murung karena dihantui serba penyakit yang setiap waktu menyeretnya ke liang lahat. Siddhartha berpikir, keadaan ini mesti dirobah. Mesti terwujud makna hidup dalam arti kata yang sesungguhnya, dan bukan sekedar kesenangan yang bersifat sementara yang senantiasa dibayangi dengan penderitaan dan kematian.

Baca lebih lanjut