Metode Numerik – Kisi-kisi Ujian akhir semester
Dowload: Kisi-kisi UAS Metode numerik
Dowload: Kisi-kisi UAS Metode numerik
Metode Numerik – Program Metode Regula Falsi Menggunakan Matlab
syms x;
f=input('masukkan persamaan f(x): ');
a=input('masukkan nilai a : ');
b=input('masukkan nilai b : ');
et=input('masukkan Error Toleransi : ');
e=abs(b-a);
i=1;
disp(' i a b c f(a) f(b) f(c) E');
disp('----------------------------------------------------------');
clama=a;
cbaru=b;
while (e > et ) & (clama ~= cbaru);
fa=subs(f,x,a);
fb=subs(f,x,b);
%c=(a+b)/2;
clama=cbaru;
c=(fb*a-fa*b)/(fb-fa);
cbaru=c;
fc= subs(f,x,c);
fprintf('%3.0f %6.4f %6.4f %12.10f %7.4f %7.4f %7.4f %7.4f \n', i, a, b, c, fa, fb, fc, e);
if fa*fc < 0
b=c; %geser kiri
else
a=c; %geser kanan
end
e=abs(b-a); % menghitung error
i=i+1;
end
Keluaran:
regulafalsi masukkan persamaan f(x): x^2-2*x-2 masukkan nilai a : 2 masukkan nilai b : 3 masukkan Error Toleransi : 0.01 i a b c f(a) f(b) f(c) E ---------------------------------------------------------- 1 2.0000 3.0000 2.6666666667 -2.0000 1.0000 -0.2222 1.0000 2 2.6667 3.0000 2.7272727273 -0.2222 1.0000 -0.0165 0.3333 3 2.7273 3.0000 2.7317073171 -0.0165 1.0000 -0.0012 0.2727 4 2.7317 3.0000 2.7320261438 -0.0012 1.0000 -0.0001 0.2683 5 2.7320 3.0000 2.7320490368 -0.0001 1.0000 -0.0000 0.2680 6 2.7320 3.0000 2.7320506804 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2680 7 2.7321 3.0000 2.7320507984 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2679 8 2.7321 3.0000 2.7320508069 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2679 9 2.7321 3.0000 2.7320508075 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2679 10 2.7321 3.0000 2.7320508076 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2679 11 2.7321 3.0000 2.7320508076 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2679 12 2.7321 3.0000 2.7320508076 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2679 13 2.7321 3.0000 2.7320508076 -0.0000 1.0000 -0.0000 0.2679 14 2.7321 3.0000 2.7320508076 -0.0000 1.0000 0.0000 0.2679 15 2.7321 3.0000 2.7320508076 0.0000 1.0000 0.0000 0.2679
Metode Newton Raphson merupakan salah satu metode yang tangguh dalam mencari nilai hampiran akar untuk persamaan non linier. Tetapi, tidaksemua fungsi dapat mudah diturunkan. Oleh karena itu, maka metode Newton Raphson ini dimodifikasi, dan diberi nama metode Secant. Berbeda dengan metode Newton Raphson, pada metode secant tidak diperlukan turunan pertama dari
fungsi non liniernya, tetapi diperlukan dua buah nilai awal. Berikut ilustrasi grafiknya.
Sehingga diperoleh prosedur iterasinya adalah sebagai berikut:
Proses Iterasi akan berhenti apabila memenuhi kondisi dibawah ini.
Hitung Akar persamaan non linier berikut ini :
dengan ε =n 0.00001. Tebakan nilai awal akar x0=0.5 dan x1=1.
Penyelesaian
#include
#include
double f(double x)
{
return cos(x) - x*x*x;
}
double SecantMethod(double xn_1, double xn, double e, int m)
{
int n;
double d;
for (n = 1; n <= m; n++)
{
d = (xn - xn_1) / (f(xn) - f(xn_1)) * f(xn);
if (fabs(d) < e)
return xn;
xn_1 = xn;
xn = xn - d;
}
return xn;
}
int main(void)
{
printf("%0.15f\n", SecantMethod(0, 1, 5E-11, 100));
return 0;
}
function metodesecant;
clc;
clear;
disp('Program Metode Secant');
disp('=============================');
E=0.0001;
x0=input('Masukkan X0 :');
xb=input('Masukkan X1 :');
i=0;
M=9;
disp('_______________________________________________');
disp(' i xi f(xi) epsilon');
disp('_______________________________________________');
while (E
fx=exp(x0)-5*x0^2;
fxb=exp(xb)-5*xb^2;
d = xb - (fxb*(xb-x0)/(fxb-fx));
M=abs(x0-xb);
x0 = xb;
xb = d;
i=i+1;
fprintf('%3.0f %12.6f %12.6f %12.6f\n',i,xb,fx,M);
end;
disp('_______________________________________________');
fprintf('Akarnya Adalah = %10.8f\n',xb);
end
Hasilnya
Program Metode Secant ============================= Masukkan X0 :0.5 Masukkan X1 :1 _______________________________________________ i xi f(xi) epsilon _______________________________________________ 1 0.574376 0.398721 0.500000 2 0.596731 -2.281718 0.425624 3 0.605533 0.126483 0.022354 4 0.605265 0.035734 0.008803 5 0.605267 -0.001123 0.000268 6 0.605267 0.000009 0.000002 _______________________________________________ Akarnya Adalah = 0.60526712
Metode Newton Raphson biasa digunakan dalam mencari akar dari suatu persamaan non linier, jika diasumsikan f mempunyai turunan kontinu f’. Metode Newton Rapshon sering digunakan karena kesederhanaannya dan mempunyai konvergensi yang cepat. Karena metode ini merupakan metode Terbuka, maka tetap diperlukan nilai tebakan awal untuk Xo. Secara geometri, metode Newton Raphson hampir sama dengan metode regula falsi, bedanya garis yang dipakai adalah garis singgung. Dengan menggunakan x0 sebagai tebakan awal, dilanjutkan dengan mencari titik (x0, f(x0)). Kemudian dibuat garis singgung dari titik (x0, f(x0)), sehingga diperoleh titik potong (x1, 0) antara sumbu-x dan garis singgung titik (x0, f(x0)). Kemudian dilanjutkan lagi dengan mencari titik (x1, f(x1)). Dari titik (x1, f(x1)) kemudian dibuat garis singgung, sehingga diperoleh titik potong (x2, 0) antara sumbu-x dan garis singgung titik (x1, f(x1)).
Metode Iterasi Titik tetap kadang-kadang dinamakan metode iterasi sederhana atau metode langsung atau metode substitusi beruntun. Kesederhanaan metode ini karena pembentukan prosedur iterasinya yang mudah dibentuk, yaitu kita ubah persamaan f (x) = 0 menjadi bentuk x = g(x), kemudian dibentuk menjadi prosedur iterasi,
Sebelum kita membahas berbagai metode numerik untuk penyelesaian sistem persamaan linier, maka akan dibahas tentang konsep dasar yang berhubungan dengan sistem persamaan linier.
Penyelesaian suatu sistem persamaan linier adalah suatu himpunan nilai yang memenuhi secara serentak (simultan) semua persamaan-persamaan dari sistem tersebut. Atau secara sederhana penyelesaian sistem persamaan linier adalah menentukan titik potong dari dua persamaan linier.

Seperti metode bagi-dua, metode regula falsi dimulai dengan dua titik awal a0 dan b0 sedemikian sehingga f(a0) dan f(b0) berlawanan tanda. Berdasarkan teorema nilai antara, ini berarti fungsi f memiliki akar dalam selang [a0, b0]. Metode ini kemudian berlanjut dengan menghasilkan berturut-turut selang [ak, bk] yang semuanya berisi akar f.
Pada iterasi ke-k, bilangan
dihitung. Seperti yang diterangkan di bawah, ck adalah akar dari garis sekan melalui (ak, f(ak)) dan (bk, f(bk)). Jika f(ak) dan f(ck) memiliki tanda yang sama, maka kita menetapkan ak+1 = ck dan bk+1 = bk. Jika tidak, kita menetapkan ak+1 = ak dan bk+1 = ck. Proses ini diteruskan hingga akar dihampiri dengan cukup baik.
Berikut ini implementasi menggunakan MATLAB
function biseksi
clc;
a=input('Masukkan Nilai a=');
b=input('Masukkan nilai b=');
epsilon=input('Masukkan nilai Epsilon=');
E=abs(a-b);
i=0;
fprintf('-----------------------------------------------------------------------\n')
fprintf(' i a b m f(a) f(m) E\n ')
fprintf('------------------------------------------------------------------------\n')
while (E>epsilon)
i=i+1;
fprintf('%5.0f%12.7f%12.7f',i,a,b);
fa= a^2-2*a-2;
fb= b^2-2*b-2;
m = b-(fb*(b-a))/(fb-fa);
fm= m^2-2*m-2;
if (fa*fm >0)
a=m;
else
b=m;
end
E=abs(b-a);
fprintf('%12.7f%12.7f%12.7f%12.7f\n', m,fa,fm,E);
end
Hasil Running Programnya sebagai berikut:
Masukkan Nilai a=2
Masukkan nilai b=3
Masukkan nilai Epsilon=0.01
-----------------------------------------------------------------------
i a b m f(a) f(m) E
------------------------------------------------------------------------
1 2.0000000 3.0000000 2.6666667 -2.0000000 -0.2222222 0.3333333
2 2.6666667 3.0000000 2.7272727 -0.2222222 -0.0165289 0.2727273
3 2.7272727 3.0000000 2.7317073 -0.0165289 -0.0011898 0.2682927
4 2.7317073 3.0000000 2.7320261 -0.0011898 -0.0000854 0.2679739
5 2.7320261 3.0000000 2.7320490 -0.0000854 -0.0000061 0.2679510
6 2.7320490 3.0000000 2.7320507 -0.0000061 -0.0000004 0.2679493
7 2.7320507 3.0000000 2.7320508 -0.0000004 -0.0000000 0.2679492
8 2.7320508 3.0000000 2.7320508 -0.0000000 -0.0000000 0.2679492
9 2.7320508 3.0000000 2.7320508 -0.0000000 -0.0000000 0.2679492
10 2.7320508 3.0000000 2.7320508 -0.0000000 -0.0000000 0.2679492
11 2.7320508 3.0000000 2.7320508 -0.0000000 -0.0000000 0.2679492
12 2.7320508 3.0000000 2.7320508 -0.0000000 -0.0000000 0.2679492
13 2.7320508 3.0000000 2.7320508 -0.0000000 -0.0000000 0.2679492
14 2.7320508 3.0000000 2.7320508 -0.0000000 0.0000000 0.0000000
Pada sesi metode numerik ini akan kita bahas salah satu metode penyelesaian sistem persamaan linier dan linier. Namun Sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu perbedaan antara persamaan linier dan persamaan non linier.
Dalam matematika bentuk persamaan secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu : persamaan linear dan persamaan non linear. Perbedaan mendasar dari kedua persamaan tersebut adalah :
Dari bentuk persamaannya persamaan linear mengandung variable bebas yang berpangkat 1 (satu) atau 0 (nol). Persamaan non linear mengandung variable bebas yang berpangkatkan bilangan real.
Dari bentuk grafik yang dihasilkan, persamaan linear akan menghasilkan grafik yang berbentuk garis lurus. Sedangkan pada persamaan non linear akan membentuk grafik yang bukan garis lurus.
Dalam praktek sehari-hari, misalkan dalam bidang teknik dan bisnis, sering terdapat kasus gagalnya pencarian penyelesaian eksak suatu problema matematika. Hal ini bukan disebabkan oleh cara mencari penyelesaian yang
tidak diketahui, namun karena adanya fakta bahwa penyelesaian yang diinginkan tidak dapat dinyatakan secara elementer atau adanya fungsi-fungsi yang telah diketahui. Karena itu metode numerik menjadi amat penting, khususnya dalam kaitannya dengan meningkatnya peranan model matematika dalam bidang sains
dan teknologi. Teknologi komputer yang berkemampuan tinggi ikut mendukung pengembangan metode numerik.
Metode numerik adalah suatu metode yang digunakan untuk menyelesaikan problema-problema yang disajikan
dalam model matematika dengan menggunakan sekumpulan operasi aritmatika sederhana dan operasi logika pada sekumpulan data numerik yang disajikan. Operasi-operasi tersebut biasanya merupakan operasi-operasi yang dapat dilakukan oleh komputer.
Proses penyelesaian mungkin memerlukan puluhan sampai jutaan operasi, tergantung pada kompleksitas problema yang harus diselesaikan, tingkat keakuratan yang diinginkan, metode yang dipakai dan sebagainya. Apabila jumlah operasi hitung yang diperlukan hanya berjumlah puluhan, maka problema dapat diselesaikan
secara manual atau dengan menggunakan kalkulator. Tetapi bila problema memerlukan jutaan operasi hitung, maka penyelesaiannya harus dilakukan dengan bantuan komputer berkecepatan tinggi. Disinilah kemajuan teknologi komputer memegang peranan penting dalam metode numerik.
Pemilihan metode yang efisien merupakan aspek lain yang menjadi perhatian dalam komputasi numerik. Hal ini akan semakin terasa di dalam menyelesaikan problema-problema berskala besar yang melibatkan ribuan variabel.
Sumber-sumber GalatSelain kecepatan, aspek lain yang sangat penting untuk diperhatikan di dalam metode numerik adalah keakuratan penyelesaian yang diperoleh. Hal ini disebabkan penyelesaian yang diperoleh melalui metode numerik
umumnya merupakan solusi hampiran, yang tentunya terdapat beberapa galat (kesalahan numerik).
Berikut ini merupakan beberapa sumber galat (error) pada suatu solusi hampiran yang diperoleh dengan menggunakan suatu metode numerik, yaitu:
Selain sumber-sumber tersebut, kesalahan numerik juga dapat disebabkan oleh kekurang-cermatan manusia (human error), penggunaan alat ukur dan penggunaan mesin hitung, kalkulator atau komputer. Kekurangcermatan manusia dapat menyebabkan kesalahan di dalam merumuskan model matematika suatu fenomena alam dan hasil pengukuran (kesalahan membaca alat ukur). Pemakaian alat ukur yang tidak akurat juga akan menghasilkan pengukuran (data) yang mengandung galat. Keterbatasan mesin hitung, kalkulator atau komputer dalam menyajikan suatu bilangan akan menghasilkan kesalahan-kesalahan pembulatan atau pemotongan.
Galat yang disebabkan oleh kekurang-telitian model matematika dan oleh galat bawaan dari data masukan bersifat inherent (bawaan/melekat). Galat ini mungkin tetap ada, sekalipun penyelesaiannya diperoleh menggunakan metode eksak. Tingkat keakuratan suatu model matematika dalam menjelaskan suatu fenomena alam diuji dengan membandingkan hasil-hasil beberapa eksperimen dan beberapa hasil penyelesaian khusus menggunakan beberapa parameter masukan.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa galat dalam metode numerik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:
Pemahaman tentang galat di dalam meode numerik merupakan sesuatu yang tidak dapat diabaikan, mengingat hakekat komputasi numerik menggunakan metode–metode hampiran nilai.
dd
Pada pertemuan pertama ini akan dibahas tentang konsep dasar Metode numerik, meliputi: Pengertian metode numerik, Tujuan metode numerik, manfaat metode numerik dll
Metode Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasi kan masalah matematis agar dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan